Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen Fantasi

Jejak Kristal Pohon Tua (Bagian 2)

Gambar
Cerita versi komik untuk bagian 1 bisa didapatkan di: https://play.google.com/store/books/details?id=DrvTEQAAQBAJ Agnio berdiri di tengah pasar desa dengan wajah sedikit kebingungan, meskipun berusaha terlihat santai. Desa itu jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan. Orang-orang berlalu-lalang, suara tawar-menawar terdengar dari berbagai arah, dan aroma buah segar bercampur dengan wangi gorengan yang menggoda. Perutnya sempat berbunyi pelan, seolah ikut memberi saran agar fokusnya tidak terlalu jauh. Ia mendekati seorang pria tua penjual buah yang tampak sibuk menata dagangannya. "Pernah mendengar tempat misterius di sekitar sini?" tanya Agnio. Pria itu berhenti sejenak, menatap Agnio dari ujung kepala sampai kaki. "Kalau yang kamu maksud tempat yang bikin orang tersesat, ada. Namanya pasar ini saat akhir pekan," jawabnya datar. Agnio menghela napas pendek. "Maksud saya tempat yang tidak biasa. Sesuatu yang ... penting." Pria tua i...

Vifreyz si Gadis Super: Misi Pertama

Gambar
Cerpen oleh Diono Pieter Rianto dan Freya JKT48 Di halaman belakang yang masih basah oleh embun pagi, Vivi berdiri terpaku sambil menatap kedua telapak tangannya. Detik-detik aneh yang baru terjadi barusan masih berputar di kepalanya: tubuhnya terangkat, melayang, lalu turun lagi seperti mimpi yang belum selesai. Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu hanya ilusi. Namun rasa penasaran mendorongnya untuk melompat sekali lagi—dan kali ini tubuhnya terangkat lebih tinggi, membuatnya terhuyung karena kaget. Sementara itu, dari balik jendela, Riko masih tertidur nyenyak, belum tahu bahwa dunia kecil mereka baru saja berubah. Kegembiraan, ketakutan, dan rasa tak percaya bercampur jadi satu di dada Vivi. Ia tidak pernah membayangkan bahwa lompatan kecil untuk meraih jambu merah bisa membuka pintu menuju sesuatu yang luar biasa. Setelah menarik napas panjang, ia membangunkan Riko dengan hati yang gelisah. Saat ia mengucapkan kalimat, "Aku bisa terbang…" Riko sempat me...

Pemburu dalam Bayangan

Gambar
Tom Augusto selalu percaya bahwa roda motor dapat membawa siapa pun ke mana saja—asal tidak ke sawah tetangga lagi, seperti kejadian memalukan minggu lalu. Ia anak kampung biasa yang tinggal di sebuah pemukiman kecil dekat perbukitan. Jalanan di sana bukanlah aspal mulus, melainkan tanah merah yang setiap hari menantang ban motornya untuk terus berputar. Sejak kecil, Tom sudah jatuh cinta pada suara deru mesin. Ia sering duduk di pinggir lapangan tanah sambil meniru suara motor balap yang ia lihat dari televisi tua di rumahnya. Kadang suaranya terlalu keras hingga Ayahnya mengira ada traktor nyasar. "Kalau kamu terus begitu, nanti ayam-ayam kita ikut balapan," keluh Ayah. Tom hanya tertawa. Ia punya mimpi besar—menjadi pembalap internasional. Mungkin terdengar mustahil bagi sebagian orang, namun bagi Tom, mimpi itu seperti roda: harus terus berputar, tidak boleh berhenti. Meskipun motor yang ia miliki hanyalah motor tua peninggalan pamannya, Tom memperlakuk...

Gadis dari Rumah Angin

Gambar
Di sebuah lembah yang diselimuti kabut setiap pagi, berdiri rumah tua yang dikenal penduduk sebagai Rumah Angin . Bukan karena rumah itu berisik, melainkan karena setiap kali seseorang mencoba menutup jendelanya, angin entah dari mana selalu masuk dan membuat tirai menari seperti sedang bersenda gurau. Penghuni rumah itu adalah seorang gadis bernama Elara. Rambutnya panjang kecokelatan, sering kali ia kepang seadanya agar tidak tersangkut ranting bunga yang merambat di teras. Ia dikenal bukan karena kecantikannya — meski, jujur saja, orang sulit tidak menoleh dua kali — melainkan karena kebiasaannya berbicara dengan benda-benda mati. Suatu pagi, Elara tampak sedang menegur teko air, “Jangan tumpah lagi, ya. Aku sudah cukup basah semalam.” Teko itu, tentu saja, tidak menjawab. Tapi entah kenapa, air di dalamnya berhenti bergoyang. Penduduk desa sering berbisik, “Dia aneh, tapi menyenangkan.” Anak-anak kecil senang datang ke rumahnya karena Elara selalu punya cerita t...

Langkah yang Membuka Cahaya

Gambar
Langit pagi itu tampak seperti salah satu lukisan Diono Pieter Rianto di gallery onlinenya . Di tengah halaman sekolah seni yang lengang, seorang gadis bergaun kuning cerah berputar pelan, seolah sedang berbicara dengan angin. Gaunnya berwarna-warni, penuh cipratan seperti cat tumpah, dan tiap kali ia bergerak, warnanya seolah hidup. Namanya Andriati. Ia terkenal bukan karena kepandaiannya menari, melainkan karena kecerobohannya yang nyaris legendaris. Pernah sekali, ia menari dengan tali sepatu belum diikat, dan terjatuh dengan elegan seperti daun kering—penonton malah bertepuk tangan, mengira itu bagian dari koreografi. Namun pagi ini berbeda. Andriati sedang berlatih sendiri untuk sesuatu yang dirahasiakannya dari teman-teman. Gerakannya lembut tapi ragu-ragu, seperti seseorang yang mencoba menari sambil mengingat mimpi. Di sela putaran, seekor burung kecil hinggap di pagar, menonton dengan khidmat. "Kau penonton pertamaku," gumam Andriati pelan, lalu te...

Jejak Kristal Pohon Tua

Gambar
Hutan itu masih dipenuhi kabut tipis ketika langkah kuda putih Agnio terdengar berirama di jalan tanah yang lembab. Daun-daun berguguran dari pepohonan tinggi, seakan memberi salam bagi setiap langkahnya. Agnio, dengan jubah merah marun yang berkibar lembut, tampak gagah sekaligus sedikit bingung. Bukan karena ia tersesat, melainkan karena ia lupa apakah sudah menutup pintu rumahnya rapat-rapat sebelum berangkat. "Andai saja pintu rumah bisa menjerit kalau tidak dikunci," gumamnya sambil terkekeh kecil. Ia menepuk leher kudanya dengan penuh kasih. "Tenang, Arvo, kita pasti menemukan jawaban dari perjalanan ini," katanya. Kuda itu meringkik, entah setuju atau hanya protes karena jalannya agak menanjak. Agnio menghela napas panjang. Perjalanan ini bukan sekadar jalan-jalan sore, melainkan sebuah misi. Namun anehnya, ia sendiri belum benar-benar tahu apa yang sedang ia cari. Hanya ada satu petunjuk: sebuah gulungan kertas tua yang diselipkan diam-diam...

Flamboyan dan Benang Rahasia

Gambar
Matahari pagi itu menyapa lembut melalui celah jendela rumah kayu tua di tepi jalan kecil yang dipenuhi pohon flamboyan. Aroma wangi teh melati mengepul dari cangkir tanah liat di meja, sementara seorang gadis muda tengah merapikan rambutnya yang dihiasi bunga ungu mungil. Namanya Jasmin, seorang penenun kain tradisional yang terkenal dengan motif-motifnya yang unik, sering kali membuat orang terkagum-kagum sambil menggaruk kepala karena tak mengerti bagaimana ia bisa menghasilkan pola serumit itu. Jasmin dikenal sebagai pribadi tenang, meskipun diam-diam ia memiliki selera humor yang membuat tetangganya sering kali terkekeh. Pernah suatu kali, ketika seorang pemuda datang untuk memesan kain, ia sengaja berkata dengan wajah serius, "Kalau kainnya jadi terlalu bagus, jangan salahkan saya kalau nanti jadi rebutan." Pemuda itu bingung apakah harus tertawa atau mengangguk sungguh-sungguh, sehingga akhirnya hanya menunduk sambil salah tingkah. Hari itu, Jasmin men...

Senyum Misteri Van Gembrang

Gambar
Van Gembrang berdiri dengan tangan bersedekap, wajahnya setengah serius, setengah bingung. Kemejanya yang agak kusut membuatnya tampak seperti seseorang yang baru saja selesai menghadapi perdebatan panjang dengan setrika yang kalah telak. Ia menatap dinding tua di sampingnya seolah dinding itu menyimpan jawaban dari teka-teki besar yang menghantuinya sejak pagi: mengapa sandal sebelah kiri hilang begitu saja di depan pintu rumah? Orang-orang yang lewat hanya menoleh sekilas. Ada yang berbisik, "Itu si Van lagi mikir berat, pasti soal hidup," padahal kenyataannya ia sedang membandingkan, apakah lebih hemat membeli kopi sachet isi dua puluh atau menabung untuk beli mesin kopi yang katanya bisa membuat hidup lebih elegan. Namun, di balik tatapan tenang itu, Van Gembrang tahu, hari itu tidak akan biasa. Ada sesuatu menunggunya di tikungan gang—sesuatu yang akan mengubah cara ia memandang dunia. ---ooOoo--- Ketika Van Gembrang melangkah ke tikungan gang, matan...

Legenda Donat Kentang

Gambar
Di sebuah sore yang malas, ketika angin berhembus pelan dan daun-daun pohon jambu bergoyang seakan sedang menari, muncullah seorang perempuan muda dengan langkah yang penuh hati-hati. Ia mengenakan rok jingga bercorak sederhana dan atasan ungu yang tampak kontras, namun justru itulah yang membuatnya terlihat berbeda. Rambut cokelat bergelombangnya tergerai, dihiasi pita merah muda yang membingkai wajahnya. Namanya Ratna. Setidaknya begitu ia memperkenalkan diri pada siapa pun yang bertanya, meski sebenarnya banyak orang lebih mengenalnya dengan sebutan "Gadis Rok Jingga" . Julukan itu bukan tanpa alasan. Setiap kali ia berjalan melewati gang sempit, orang-orang selalu memperhatikan rok jingganya yang mencolok, seakan kain itu memiliki cerita sendiri. Ratna bukan tipe orang yang suka menjadi pusat perhatian. Justru ia sering salah tingkah bila ada yang menatap terlalu lama. Namun, entah mengapa, ia selalu memilih rok itu. Mungkin karena ia merasa rok tersebut ...

Kotak Kayu yang Membawa Rahasia

Gambar
Di sebuah ruangan kayu sederhana, seorang pria duduk bersila dengan sebuah kanna—serutan kayu tradisional—di tangannya. Namanya Seno. Wajahnya serius, namun ada gurat kehangatan yang sulit disembunyikan. Setiap kali bilah tajam itu meluncur di atas papan, gulungan tipis kayu jatuh ke lantai, seperti mie instan yang gagal masuk ke panci. "Kalau ini dikumpulkan, bisa jadi bantal empuk," gumam Seno sambil menepuk-nepuk serutan yang menumpuk di kakinya. Humor kecil itu membuat dirinya sendiri terkekeh, meski ia tahu tak ada siapa pun yang mendengar. Pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas bagi Seno. Setiap tarikan serut adalah percakapan sunyi antara dirinya dan kayu. Ia percaya, setiap kayu punya rahasia. Ada yang keras kepala, ada pula yang jinak seperti kucing tidur. Dan hari itu, kayu di depannya benar-benar cerewet. Bilahnya meluncur dengan suara sreeet panjang, seolah kayu ingin berkata, "Pelan sedikit, aku sedang mengantuk." Namun, keseriusan Sen...

Gadis Berkepang Dua di Tepi Jalan

Gambar
Di sebuah desa yang dikelilingi sawah hijau, hiduplah seorang gadis muda bernama Rara Gembling . Rambutnya selalu dikuncir kepang dua, seakan menjadi ciri khas yang tak pernah ia tinggalkan. Konon, sejak kecil ia sudah terbiasa dikepang ibunya, dan hingga kini, kebiasaan itu terbawa seperti tradisi kecil yang tak pernah usang. Pagi itu, Rara Gembling berjalan di jalan setapak bambu yang membelah hamparan padi. Angin membawa aroma tanah basah setelah hujan semalam. Langkahnya ringan, meski wajahnya menyimpan tanda-tanda kebimbangan. Ia mengenakan gaun sederhana berwarna hijau muda, membuatnya tampak seperti bagian dari alam yang mengelilinginya. Seorang anak kecil berlari melewatinya sambil membawa layang-layang. "Kak Rara, hati-hati jangan sampai tersesat!" teriak si anak dengan tawa nakal. Rara Gembling tertawa kecil, "Kalau tersesat di sini, nanti aku jadi orang-orangan sawah." Anak itu makin keras tertawanya sebelum menghilang di tikungan jalan....

Postingan populer dari blog ini

Perempuan dengan Keranjang Bunga

Jejak Kristal Pohon Tua (Bagian 2)

Rahasia di Balik Tumpukan Jerami