Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita Harian

Surat-Surat Pak Darma

Gambar
Hari itu, langit di atas Kampung Senggol tampak cerah seperti wajah anak SD yang baru saja dapat es krim. Burung-burung berkicau seakan sedang ikut rapat RT, dan angin bertiup pelan, cukup untuk membuat jemuran Ibu Sari berputar-putar seperti kipas angin rusak. Di rumah nomor 7—yang bisa dikenali dari suara decit pagarnya yang legendaris—tinggallah seorang pria paruh baya bernama Pak Darma. Usianya sudah lewat kepala lima, tapi gaya rambutnya masih model "sisir rapi ke samping dengan harapan masa depan cerah". Ia dikenal sebagai pria sederhana, rajin, dan punya kebiasaan unik: menulis surat. Setiap pagi, setelah menyeduh kopi hitam pekat dan menyantap pisang goreng buatan sendiri (yang lebih sering gosong daripada tidak), Pak Darma akan duduk di kursi kayu andalannya. Kursi itu sudah sedikit miring ke kiri, mungkin karena terlalu sering dipakai merenung nasib negara. Di hadapannya ada meja tua yang kalau diketuk tiga kali, bisa memanggil kenangan masa muda. ...

Postingan populer dari blog ini

Perempuan dengan Keranjang Bunga

Jejak Kristal Pohon Tua (Bagian 2)

Rahasia di Balik Tumpukan Jerami