Apa yang Tersisa di Dasar Cangkir
Lina duduk di sebuah kafe kecil yang sederhana, menatap keluar jendela dengan secangkir kopi hangat di tangannya. Pagi itu, matahari baru saja naik, memantulkan cahaya ke kaca jendela sehingga membuat bayangan diagonal yang lucu. Ia mengenakan blus merah dan rok biru, dipadukan dengan sepatu kuning yang membuat beberapa orang yang lewat sempat melirik. “Wah, Lina kayak pelangi berjalan,” celetuk seorang pengunjung lain sambil tersenyum. Lina hanya terkekeh, merasa penampilannya memang agak mencolok. Di meja bundar putih tempatnya duduk, hanya ada sebuah cangkir dan piring kecil. Lina sengaja tidak membawa buku atau ponsel, karena ia ingin menikmati suasana tanpa gangguan. Ia berpikir, kadang orang terlalu sibuk dengan layar sampai lupa bahwa kopi bisa dinikmati tanpa notifikasi. Seorang pelayan lewat sambil berkata, “Kopinya jangan sampai dingin, nanti rasanya berubah jadi teh tawar.” Lina tertawa kecil, merasa humor sederhana itu justru membuat suasana lebih hangat. ...