Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen Fiksi

Langkah Kecil Jon Pentol, Dampak Besar

Gambar
Kamu bisa mendapatkan komik untuk cerita ini di Playstore Jon Pentol sering dibilang terlalu serius untuk ukuran anak muda. Padahal, kalau diperhatikan lebih dekat, ekspresinya bukan galak—hanya seperti orang yang sedang memikirkan hal penting, padahal kadang yang dipikirkan cuma, "Nanti makan apa, ya?" Pagi itu, Jon duduk di depan cermin kecil di kamarnya. Rambutnya sudah rapi, baju sederhana berwarna netral, dan wajah yang—menurutnya—cukup "standar". Ia menatap dirinya sendiri cukup lama. "Kenapa ya, aku kelihatan kayak orang yang selalu lagi nyusun rencana besar?" gumamnya pelan. Padahal, rencana hari itu sederhana: mencari ide usaha kecil yang bisa ia jalankan dari rumah. Jon bukan orang yang suka ribet. Ia hanya ingin hidup cukup, tidak menyusahkan siapa pun, dan kalau bisa… punya penghasilan yang tidak bikin dompetnya berisik tiap akhir bulan. Ia membuka buku catatan yang sudah mulai kusam. Di halaman pertama tertulis: "Ide yang M...

Vifreyz si Gadis Super: Misi Pertama

Gambar
Cerpen oleh Diono Pieter Rianto dan Freya JKT48 Di halaman belakang yang masih basah oleh embun pagi, Vivi berdiri terpaku sambil menatap kedua telapak tangannya. Detik-detik aneh yang baru terjadi barusan masih berputar di kepalanya: tubuhnya terangkat, melayang, lalu turun lagi seperti mimpi yang belum selesai. Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu hanya ilusi. Namun rasa penasaran mendorongnya untuk melompat sekali lagi—dan kali ini tubuhnya terangkat lebih tinggi, membuatnya terhuyung karena kaget. Sementara itu, dari balik jendela, Riko masih tertidur nyenyak, belum tahu bahwa dunia kecil mereka baru saja berubah. Kegembiraan, ketakutan, dan rasa tak percaya bercampur jadi satu di dada Vivi. Ia tidak pernah membayangkan bahwa lompatan kecil untuk meraih jambu merah bisa membuka pintu menuju sesuatu yang luar biasa. Setelah menarik napas panjang, ia membangunkan Riko dengan hati yang gelisah. Saat ia mengucapkan kalimat, "Aku bisa terbang…" Riko sempat me...

Pemburu dalam Bayangan

Gambar
Tom Augusto selalu percaya bahwa roda motor dapat membawa siapa pun ke mana saja—asal tidak ke sawah tetangga lagi, seperti kejadian memalukan minggu lalu. Ia anak kampung biasa yang tinggal di sebuah pemukiman kecil dekat perbukitan. Jalanan di sana bukanlah aspal mulus, melainkan tanah merah yang setiap hari menantang ban motornya untuk terus berputar. Sejak kecil, Tom sudah jatuh cinta pada suara deru mesin. Ia sering duduk di pinggir lapangan tanah sambil meniru suara motor balap yang ia lihat dari televisi tua di rumahnya. Kadang suaranya terlalu keras hingga Ayahnya mengira ada traktor nyasar. "Kalau kamu terus begitu, nanti ayam-ayam kita ikut balapan," keluh Ayah. Tom hanya tertawa. Ia punya mimpi besar—menjadi pembalap internasional. Mungkin terdengar mustahil bagi sebagian orang, namun bagi Tom, mimpi itu seperti roda: harus terus berputar, tidak boleh berhenti. Meskipun motor yang ia miliki hanyalah motor tua peninggalan pamannya, Tom memperlakuk...

Musim Dingin yang Membeku di Dalam Dada

Gambar
Kalau kau berdiri di Jalan Taman Mentari saat pukul tujuh pagi di bulan Juni, kau akan melihat pemandangan yang agak aneh: perempuan muda berbalut mantel tebal dan selendang abu-abu besar, berjalan pelan seolah-olah tengah melewati trotoar Paris, padahal dia hanya melewati kios gorengan dan warung pecel lele yang belum buka. Namanya Liana. Usianya dua puluh sembilan, tapi wajahnya selalu terlihat seperti dua puluh lima. Entah itu karena dia memang awet muda, atau karena dia belum pernah benar-benar mengurus hidupnya dengan serius. Salah satu dari dua kemungkinan itu, dan keduanya sama-sama membingungkan. ilustrasi oleh Diono di Adobe Stock. Setiap pagi, Liana akan keluar dari kontrakan mungilnya dengan ritual yang sama: selendang dibelit dua kali, rambut digerai ke kanan, pandangan lurus ke depan—dan satu hal paling penting—tanpa ekspresi. Dia bukan muram. Bukan juga sedih. Dia ha...

Postingan populer dari blog ini

Perempuan dengan Keranjang Bunga

Jejak Kristal Pohon Tua (Bagian 2)

Rahasia di Balik Tumpukan Jerami