Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Gaun, Catatan, dan Senyum yang Terlambat

Gambar
Lenita berdiri di depan cermin dengan gaun berwarna gading yang jatuh rapi di bahunya. Rambutnya disanggul sederhana, tidak berlebihan, tetapi cukup untuk memberi kesan rapi dan tenang. Ia menatap bayangannya sendiri, mencoba memastikan bahwa dirinya benar-benar siap, bukan hanya dari penampilan, tetapi juga dari perasaan. “Tenang saja,” gumamnya pelan, seolah berbicara kepada pantulan dirinya yang tampak sedikit tegang. Di atas meja, sebuah buku catatan terbuka dengan halaman penuh tulisan rapi. Di sana tercatat daftar tugas, ide-ide kecil, dan satu kalimat yang selalu ia baca ulang sebelum melangkah keluar rumah, “jangan lupa tersenyum, bahkan saat gugup.” Lenita tersenyum tipis. Ia menyadari dirinya sering terlalu serius. Bahkan untuk hal-hal sederhana, ia cenderung memikirkannya terlalu jauh. Pernah suatu kali ia membuat jadwal minum air yang begitu rinci hingga seorang teman berkomentar heran. Lenita hanya menjawab santai, “Tidak, hanya ingin ginjal saya merasa diharga...

Cerita yang Dimulai Tanpa Rencana Matang

Gambar
Janyne berdiri di dekat jendela, memandangi halaman yang tampak lebih rapi daripada biasanya. Ia mengenakan gaun bermotif daun dengan warna yang tenang, seolah-olah ia sengaja ingin menyatu dengan suasana pagi. Rambutnya tergerai rapi, meski ia tahu angin akan segera mengacaknya. Pagi itu terasa terlalu cerah untuk sekadar kebetulan, dan Janyne menyadarinya dengan senyum tipis yang nyaris tidak ia akui. Ia bukan tipe orang yang tergesa-gesa. Janyne percaya bahwa waktu akan bekerja lebih baik bila tidak didesak. Namun, hari ini berbeda. Sebuah undangan sederhana tergeletak di atas meja, ditulis tangan dengan tinta yang sedikit luntur. Isinya singkat, nyaris seperti catatan belanja, tetapi cukup membuat Janyne mengernyit. Ia membaca ulang, lalu tertawa kecil karena mendapati dirinya salah paham pada kalimat pertama. “Ah, rupanya aku yang terlalu serius,” gumamnya, seolah ruangan bisa mendengar dan setuju. Janyne mengambil tas kecilnya dan melangkah keluar. Di kepalanya, ren...

Postingan populer dari blog ini

Kain Batik dan Rahasia di Balik Pagar

Langkah-Langkah Lela

Cerpen : Sulam Emas Di Ladang Senja